Lanjut ke konten

Awal kekuasaan barat di indonesia

November 28, 2012

 

Awal kekuasaan barat di Indonesia

Tujuan Awal

Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah untuk memperoleh rempah – rempah langsung dari sumbernya.Tujuan itu kemudian berkembang ke arah Kolonialisme dan Imperialisme alias penjajahan.
(Menurut KBBI, Rempah adalah berbagai jenis tanaman yang beraroma seperti pala,cengkih dan lada.Kolonialisme adalah paham tentang penguasaan suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara yang menguasainya.Imperialisme adalah sistem politik yang bertujuan untuk menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.)

Penjajahan terhadap Indonesia dilakukan dengan menanamkan pengaruh, baik di bidang ekonomi maupun politik.

Monopoli merupakan suatu bentuk sistem perdagangan yang dijalankan bangsa Eropa di Indonesia untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Dengan sistem tersebut bangsa Indonesia dipaksa menjual hasil perkebunannya hanya kepada Eropa dengan harga yang telah ditetapkan menurut kehendaknya. Negara – negara yang pernah menjalankan monopoli perdagangan di Indonesia adalah :

  1. Portugis (Portugal)
  2. Inggris (East Indian Company)
  3. Belanda sebelum VOC

Portugis

Pada abad ke 15 Portugis menguasai Malaka,kemudian mengembangkan usahanya untuk mendapatkan rempah-rempah langsung dari Maluku. Pada tahun 1512 Portugis mulai masuk ke Ternate,dan diterima dengan baik oleh Sultan Ternate. Terbukti dengan diperkenankannya Portugis untuk mendirikan benteng yang dinamakan Sao Paulo.
Diperbolehkannya membangun benteng adalah karena Sultan Ternate meminta jaminan dari Portugis untuk memberi dukungan secara militer, dalam rangka menghadapi ancaman kerajaan lain terutama Tidore. Portugis menyetujuinya dengan satu syarat yaitu, Portugis meminta hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Ternate.
Persetujuan tersebut ternyata menyebabkan kerugian bagi kerajaan Ternate. Monopoli Portugis membuat petani rempah-rempah menjadi tertindas. Mereka tidak dapat menjual rempah-rempahnya dengan bebas, mereka hanya boleh menjual kepada Portugis dengan harga yang ditentukan oleh Portugis. Hal tersebut membuat petani sangat dirugikan, sedangkan Portugis sangat diuntungkan. Monopoli tersebut mengakibatkan pendapatan petani Ternate sangat rendah yang akhinya menimbulkan kesengsaraan.
Selain di Ternate, Portugis juga berupaya melakukan monopoli perdagangan di wilayah Indonesia lainnya yaitu:

  • Di Samudra Pasai
  • Di Minangkabau
  • Di Pakuan Pajajaran

East Indian Company (Inggris)

Pada akhir abad ke 16, EIC mengadakan hubungan dagang di beberapa tempat di Indonesia yaitu :

  • Di wilayah kesultanan Aceh, Inggris dapat mendirikan kantor dagang atas ijin Sultan Iskandar Thani.
  • Kegiatan perdagangan juga dilakukan di Jayakarta, Banjar, Gowa dan Maluku.

Akan tetapi Inggris tidak berhasil menanamkan monopoli perdagangan di Indonesia, berikut ini adalah alasan yang menyebabkan kegagalan mereka :

  • Ketidaksukaan rakyat setempat terhadap pola perdagangan IEC. IEC cenderung memaksakan cara berdagang menurut aturannya sendiri tanpa berusaha berkompromi terhadap penguasa setempat. Sangat berbeda dengan cara yamg dilakukan oleh Portugis.
  • Ketidakmampuan bersaing dengan armada dagang Belanda. Dengan kekuatan militer dan kemampuannya mempengaruhi penguasa setempat, armada dagang Belanda membuat Inggris perlahan-lahan tersingkir dari kawasan perdagangan Indonesia.
About these ads
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: